• SMK NEGERI 1 TEMANGGUNG
  • Jl.Kadar Maron 104 Sidorejo, Telpn / Fax.(0293) 4901639 Temanggung 56221

SMKN 1 Temanggung Cetak 30 Agen Perubahan Anti Perundungan

Keterangan Gambar : kegiatan roots day di SMK Negeri 1 Temanggung melakukan sosialisasi kepada 30 siswa yang nantinya akan disiapkan menjadi agen perubahan anti perudungan.

 

Bullying atau perundungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan di dunia pendidikan, salah satunya dengan kegiatan roots day di SMK Negeri 1 Temanggung yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada 30 siswa yang nantinya akan disiapkan menjadi agen perubahan anti perudungan.

“Ini ada program pencegahan anti perundungan yang ditujukan ke sekolah, ini merupakan program dari Kementerian Pendidikan, yang bekerjasama dengan Puspeka dan Unicef,” kata Kepala Sekolah SMKN 1 Temanggung Tri Setya Budi, S.Pd yang ditemui seusai membuka sosialisasi pencegahan perundungan di Riptaloka SMKN 1 Temanggung, Selasa (05/10/2021).  

Ia menambahkan, program ini sangat penting mengingat masih banyaknya perundungan atau bullying dilingkungan tempat tinggal atau sekolah, sehingga menimbulkan pelaku maupun korban perundungan yang sangat berefek negatif bagi keduanya.

“Makanya diperlukan kegiatan seperti semacam ini agar tindakan perundungan bisa dihindari di manapun, khususnya di sekolah-sekolah,” katanya.

Sebagai langkah awal kita cetak 30 agen perubahan anti perundungan, perwakilan tiap-tiap kelas, dari siswa-siswi ini nantinya kita harapkan bisa menjadi penggerak kepada rekan-rekannya untuk mengedukasi dan mencegah aksi-aksi perundungan.

“Dari 30 calon agen perubahan ini nanti bisa melaporkan atau menyampaikan informasi kepada pembimbing atau pembina, jika melihat ada aksi perundungan,” terangnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Heny Taslimah, ketika ditemui di tempat yang sama mengatakan, untuk menjadi agen perubahan, 30 siswa terlebih dahulu mendapat sosialisasi materi dasar tentang perundungan serta dampaknya, selain dari guru pembimbing, materi juga disampaikan oleh pemateri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) dan Polres Temanggung.

“Dari sosialisasi dasar ini, para agen perubahan akan mengerti apa itu perudungan, baik yang fisik maupun verbal, serta dampak negatifnya, sehingga nantinya bisa diperoleh pemahaman bersama,” katanya.

Heny menambahkan, 30 siswa ini terpilih dari sekitar 950 siswa SMKN 1 Temanggung, mereka  merupakan perwakilan dari kelas, yang sebelumnya telah memberikan aspirasi dan dipandang mampu menjadi agen perubahan.

Sementara itu, salah satu calon agen perubahan anti perundungan, mengatakan, sangat senang terpilih menjadi  salah satu agen perubahan anti perudungan, karena secara pribadi dirinya sangat tidak setuju dengan praktek-praktek perundungan atau bullying, khususnya di lingkungan sekolah.

“Sebagai agen perubahan saya harus memberi contoh agar tidak melakukan bullying dan mencegah adanya aksi bullying di sekolah,” pungkasnya.

Tulisan Lainnya
Penyaluran Lulusan / Tamatan

SMK Negeri 1 Temanggung merupakan SMK yang menyiapkan peserta didik tidak hanya siap berwirausaha dan melanjutkan ke perguruan tinggi, namun juga menyiapkan lulusan untuk siap bekerja p

19/10/2021 12:40 WIB - Administrator
SMKN 1 Temanggung dan SMKN 1 Pacet Unjuk Karya di FoodEx Japan 2019

  Hari pertama Pameran FoodEx Japan 2019 dikunjungi oleh ribuan pengunjung dari berbagai negara. Kemasan kuliner yang menarik menimbulkan kesan baik dari para pengunjung, salah s

01/04/2019 21:44 WIB - Administrator